• Selasa, 18 Januari 2022

FTC Menghentikan Proses Akusisi ARM Oleh Nvidia

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:09 WIB
Federal Trade Commission (FTC)
Federal Trade Commission (FTC)



Space Media | 
ARM Holdings beberapa waktu lalu memang dijual oleh Softbank sebesar $40 Milliar USD atau sekitar IDR 572 Triliun, dan menjadikan proses akusisi ini sebagai salah satu yang terbesar dalam industri Teknologi.

Dengan dibelinya oleh ARM, tentu pasti ada pihak – pihak yang merasa tidak senang karena merasa dirugikan atas proses akusisi ini.

Qualcomm sebagai salah satu konsumen terbesar dari ARM, menggugat proses Akusisi ini kepada FTC (Federal Trade Commission), EC (European Commission), U.K.'s Competition and Markets Authority dan China’s State Administration for Market Regulation.

Baca Juga: Netflix Menambahkan Judul Game Baru Untuk Pelanggan Setia Mereka

Baca Juga: MIUI 13 Akan Diluncurkan Bersamaan Dengan Xiaomi 12?


Ternyata layangan keberatan yang dilaporkan oleh Qualcomm mendapatkan lampu hijau dari FTC, dimana mereka akan menghentikan sementara proses akusisi dari raksasa NVIDIA dan ARM.



APA ALASAN DARI QUALCOMM ?

Sebenarnya layangan keberatan dari Qualcomm, bisa dikatakan cukup wajar. Terlebih jika menyangkut masalah bisnis di industri yang sama.

Qualcomm takut atas akusisi ini Nvidia akan mengkontrol ARM dalam hal penjualan, inovasi dan desain arsitektur untuk penjualan.

Nvidia bisa saja membuat persyaratan yang tidak mengizinkan Qualcomm untuk menggunakan arsitektur ARM pada chipset buatan mereka dimasa mendatang.

Nvidia memiliki kuasa untuk menjadikan ARM sebagai perusahaan eklusif yang hanya dapat digunakan oleh Nvidia, untuk terjun kedalam bisnis semikonduktir di masa mendatang.

Terlebih lagi Nvidia memang membuat chipset dengan arsitektur ARM seperti Nvidia Tegra yang berpotensi terjadinya monopoli dagang di masa mendatang.

Menurut Qualcomm, perubahan besar yang terjadi pada ARM kedepannya dapat merugikan 500 perusahaan chipset di seluruh dunia, yang menggunakan lisensi dari desain arsitektur ARM.

Baca Juga: Xiaomi 12 Akan Memiliki Desain Kamera Belakang Baru?

Baca Juga: Samsung Menyiapkan Lebih Banyak Ponsel Galaxy A series, Dengan Sertifikat Tahan Air dan Debu Di Tahun 2022

Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa hampir seluruh perangkat ponsel diseluruh dunia saat ini menggunakan desain arsitektur ARM.

Mulai dari Samsung, Qualcomm, MediaTek, Apple, Unisoc, Kirin dan Google Tensor, semuanya menggunakan aristektur dari ARM.

Hal ini juga yang membuat FTC merespon tanggapan dari Qualcomm, bahkan pihak FTC pada press rilisnya mengatakan "Kesepakatan ini akan memberi salah satu perusahaan chip terbesar kendali atas teknologi komputasi dan desain yang digunakan oleh perusahaan saingannya untuk mengembangkan chip mereka sendiri. Keluhan FTC menuduh bahwa perusahaan gabungan(Nvidia dan ARM) akan memiliki sarana dan cela untuk melumpuhkan inovasi teknologi generasi berikutnya, termasuk yang digunakan untuk menjalankan data center dan sistem bantuan pengemudi di mobil..".

Sebenarnya sebelum diakusisi oleh Nvidia, ARM dimiliki oleh Softbank yang sebenarnya bisa dibilang berada di posisi yang netral.

Kita bisa melihat bagaimana Softbank tidak ikut terjun kedalam bisnis inudstri chipset, dan menjadikan mereka pemilik ARM yang paling pas karena posisi netral mereka dalam segi bisnis.

Baca Juga: Inikah Render Dari Samsung Galaxy A73?, Berikut Detail Spesifikasinya

Baca Juga: Apple Akan Kembali Mengurangi Jumlah Pesanan iPhone 13?, Pertanda Tidak Laku Dipasaran?

Menurut FTC setidaknya ada tiga pasar yang akan didominasi oleh Nvidia jika saja Nvidia dan ARM bergabung.

Mulai dari High-Level Advanced Driver Assistance Systems untuk penumpang mobil, DPU SmartNICs yang digunakan untuk meningkatkan keamanan dan effisiensi dari layanan data center, dan pasar Cloud Computing CPU.

FTC Bureau of Competition Director Holly Vedova mengatakan bahwa agensi regulator seperti mereka memang harus berani bersikap atas bergabungnya dua perusahaan chipset skala besar.

Dimana akusisi ini akan memiliki dampat dari segi tingkat kompetiti dan akan memperlambat proses inovasi itu sendiri pada beberapa generasi teknologi selanjutnya.

“Teknologi masa depan bergantung pada tingkat kompetitif pasar chip saat ini. Kesepakatan yang diusulkan ini akan mendistorsi insentif Arm di pasar chip dan memungkinkan perusahaan gabungan untuk secara tidak adil melemahkan saingan dari NVIDIA. Gugatan FTC seharusnya mengirimkan sinyal kuat bahwa kami akan bertindak agresif untuk melindungi pasar infrastruktur penting kami dari merger vertikal ilegal yang berdampak luas dan merusak inovasi di masa depan. Kata Vedora.

Baca Juga: Nothing Mengumumkan Edisi Hitam Dari Ear (1), dengan Zero Emisi Karbon

Baca Juga: Nothing Ear (1) Dapat Dibeli Dengan Uang Kripto

FTC memang merasakan bahwa ARM adalah salah satu sektor penting untuk inovasi chipset di masa yang akan datang, dan memerankan salah satu faktor kunci dari perkembangan Teknologi saat ini.

Belum jelas apakah proses akusisi ini akan berhasil atau tidak, tapi akusisi ini akan sangat merugikan berbagai pihak terkususnya untuk konsumen juga.

Walau jika saja proses akusisi ini terjadi, kita bisa mengatakan bahwa Nvidia memiliki potensi untuk bersaing dengan Intel dan AMD untuk pasar semikonduktor pada ranah PC dan bersaing dengan Qualcomm,Samsung, MediaTek dan Unisoc pada pasar semikonduktor ponsel.

Terlalu kuat bukan ?

Halaman:

Editor: Yoel Daud Edward

Sumber: phonearena.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Motorola Sedang Persiapkan Ponsel Flagship Baru

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:25 WIB

Seluruh iPhone 14 Akan Mendukung ProMotion ?

Senin, 17 Januari 2022 | 13:39 WIB

Realme 9i Akan Segera Menyambangi India

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:15 WIB

Instagram Sedang Menguji Pengalaman Penggunaan Baru

Jumat, 14 Januari 2022 | 18:25 WIB

Samsung Mempersiapkan Galaxy Home Mini 2

Jumat, 14 Januari 2022 | 14:13 WIB

PCIe 6.0 Diperkenalkan, Inilah Peningkatannya

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:55 WIB

Rumor Terbaru Dari Apple Watch 8

Kamis, 13 Januari 2022 | 17:35 WIB

Spesifikasi Kamera Dari Xiaomi 12 Ultra bocor

Kamis, 13 Januari 2022 | 17:10 WIB

Perilisan Exynos 2200 Tertunda, Inilah Sebabnya

Kamis, 13 Januari 2022 | 16:31 WIB
X